Monthly Archives: October 2010

Music is My life

Good day to everyone, on this Friday.

Regarding my earlier blog post, ku tak bisa, many had call, text and YM me regarding my genre’s of music to listen, all made to make your ear bleeding, all to test how strong your sound system is and how good your hearing technique listening to the lyrics rather then the instrument playing.

They are also some friend that in a way telling me that what he can see is people like me; whom listening to loud music doesn’t listen to slow, sentimental, pop, ballad easy listening music. I personally disagree with that statement due to my personnel experience, loud music listener love listening to loud music but also sometimes listen to slow music and can get the groove whilst easy music listener usually listen to softer music but couldn’t last a minute listening to loud music.

Come on. Don’t judge a book by a cover. People had their special interest, in terms of music, there is variety of it. Don’t expect people all are the same, same life, same mentality all the same. If all are the same, there wouldn’t be choices in making decisions. And making decisions what make us matured, live this life and learnt something.

It’s not like I truly become a worshiper of Demons after listening to Cradle of Filth, becoming violent and rape any girl I have met. I still do my 5 times prayer, still knows Who is The Almighty, still know what is the purpose that I am still living. I know that SOAD is an jewish band, and so is Korn. So what? I still remember who I am after the grouch voice I mimic and all the head banging.

Everybody had their experience on life. Some express their way in acting, some in talking. My way of understanding people expression is in music. And even there is some like to express it with happy dancing, sulking, crying, I prefer trying to understand all the sadness, gloomy, yelling, loud music, rough playing instrument. Plus, All the metal nor rock band had one or two instrument song, BUT slow pop music didn’t have a rock song, let alone a hard rock metal song.

So do think about giving other people our perception. Don’t ever think we are better then anyone. Respects other to make people respect you.

Thanks For Reading.. .. .. ..

Ku tak Bisa

Salam hari Rabu.

Walaupun Linkin Park, System Of  A Down, Static X dan Disturbed menjadi pilihan halwa telinga daku, masih ada beberapa lagu yang daku dengari, di selami liriknya, di teliti teknik vokalnya dan cuba menghargai keharmonian instrumen muziknya. Dan inilah adalah salah satu daripada Muzik berentak perlahan tersebut; Ku tak bisa dari Slank.

Seperti biasa, biarkan video ini habis loading, tutup suara, buat kerja lain dan setelah tamat video klip, mainkan semula sekali tanpa gangguan Buffering.

Ku Tak Bisa

Slank

Pernah berpikir ’tuk pergi
Dan terlintas tinggalkan kau sendiri
Sempat ingin sudahi sampai di sini
Coba lari dari kenyataan

reff:

Tapi ku tak bisa jauh jauh darimu
Ku tak bisa jauh jauh darimu

Lalu mau apa lagi
Kalau kita sudah gak saling mengerti
Sampai kapan bertahan seperti ini
Dua hati bercampur emosi

repeat reff

Sabar sabar aku coba sadar
Sadar sadar seharusnya kita sadar
Kau dan aku tercipta
Gak boleh terpisah

reff2:

Dan tak bisa jauh jauh darimu
Ku tak bisa jauh jauh darimu (3x)

Untuk informasi lebih mengenai kumpulan Slank ini, lawatilah laman web pakcik wiki. Apa yang daku ingin tekankan di sini adalah Slank adalah kumpulan Rock pertama dari Indonesia, sebaris dengan kumpulan Search dan sehingga kini, masih lagi mempertahankan konsep Rock! mereka. Layankan.

Terima Kasih Kerana Membaca. .

How Far Can You Go

Before I started mumbling, this is a real story, real people and real in life, but it is not me, just one or two parts here and there to give more example and understanding. That’s it.

Lets kept it short and simple. You have been dump by your boy or girl, due to he or she had not the same feeling love towards you. Maybe you also didn’t exactly has the deep feeling towards he or she also but leave that aside.

Perhaps you along the relationships period didn’t have the guts or time to tell the truth, to tell nor to express the way you felt. The way you or he/she reacts added to the complications. Then before you knew it, he or she ask for a break up, due to the feeling are not the same, the way you give to him or her doesn’t touch their hearts, making them understand what your love is.

Then it all started, you felt the emptiness, loneliness, heartbreaking, your finger tingle’s and run around at the keypad of your cell phone but you dare not have push “send”. Even you dare to push “send” keypad, it is only fill with sorrow, hundred perhaps thousand of ” why-why-why ” questions that you aren’t able to except from the first.

After a while. when you had the enough courage to stop it, laugh back at your stupidity and all this bullshit. Others voice inside or outside you could also telling you to counter back, then you didn’t realized that you making the stupidest mistake in after relationship, and when you think back of it, it is really stupid.

Do whatever you want, used that telecommunication Sim card been given by your ex as many as you want, in fact you better called the third person in your relationship all day long. Then you returned it saying stupid statement like;

I’m giving back all you stuff you given to me, in order to truly erase you in my memory . .  “

or in better you can hack in your ex YM, FB, MySpace, Friendster, Tweet, Blog etc-etc-etc. And you misused it. You see their photo’s, private photo’s, hack in their life, buzz their friend, poke their new girl friend, read their data and turn their world upside down.

For all what is all? How far can you go? How satisfied you need? What is your purpose? What is it you really want? What is it you really want? You know who you are, you know this is about you. Come on, let it go, keep moving forward, forget the pass. There is someone for you, even not in this world, perhaps in the next world. Only ALLAH s.w.t knows.

Thanks For Reading. . .

2 Jenis Situasi. .

Salam perkhabaran baik dan sejahtera.

Ada 2 jenis situasi, yang mampu membuatkan daku merasakan marah, menyirap, geram dan argh!! Dan situasi-situasi itu adalah;

Sedang daku berjalan lenggang lenggok dengan muka yang selebet dan malas, seseorang menerkam dari belakang dengan rakus antara dari tangan ke bahu daku sambil membuat muka ketat dan melebih-lebihkan kesibukan dunia mereka. Dengan alasan ingin cepat, dengan mudah sahaja mereka melanggar daku. Rasa tersentap, sakit badan menambahkan lagi baran daku. Tidak pasti mengapa daku perlu rasa marah tapi daku berpendapat mungkin dari sifat ego, merasakan diri besar dan tidak mudah menghormati orang lain.

Sedang daku enak bercerita, orang yang daku sedang bercerita memotong cakap daku mengatakan cerita daku membosankan atau membuang masa atau terus sahaja bertanya apa motif dan kesimpulan cerita daku. Sungguh kekurangan ajaran dan adab. Jika pun daku membosankan atau radio buruk, ada cara lain lagi yang lebih beradab, lebih beretika dan pastinya tidak menyakitkan hati.

Jadi itulah situasi yang mampu membuatkan daku lebih marah. Situasi-situasi lain juga dapat membuatkan daku marah tetapi untuk kepastian bolehlah berjumpa dengan daku dan jika kakiku di mulutmu, maka ia adalah jawapan yang memberangsangkan dan ternyata daku marah.

Terima Kasih Kerana Membaca. . .

Memoir Seorang Ayah

 

Salam hari Isnin.

Hari ini genap 28 hari ayahanda tehormat daku, menyahut seruan Illahi. Sesungguhnya dari Dia kita datang dan kepada Dia kita pergi. Daku redha dengan pemergian beliau.

Seringkali daku sebelum-sebelum ini memikirkan bagaimana rasanya pabila ayahanda daku pergi, adakah daku akan terbayang-bayang beliau di tempat-tempat biasanya beliau berada? Adakah daku akan terbayang wajah beliau pada ayah saudara daku yakni abang kandungnya? Adakah wajah terakhir beliau yang daku tatapi semasa di kafankan akan kekal dalam minda daku?

Adakah air mata ego daku akan berguguran saat terkenangkan ayahanda? Adakah daku akan bermuram sugul berduka lara sepanjang hidup daku? perlukah daku  berbuat sebegini? Apa rasionalnya tindakan mengarut semua itu? Dan kini adakah daku seperti itu?

Semestinya tidak, daku tidak ralat dan meyesal dengan pemergiannya, bahkan mengenangkan penderitaan yang beliau tanggung selama ini, semua kesakitan jiwa dan raga, kesengsaraan pada kaki beliau, hampir 4 tahun tidak dapat tidur baring di atas katil akibat penyakit paru-paru berair, daku seringkali memanjatkan doa untuk di tamatkan segala penderitaan ayahanda daku, dan jika inilah caranya. . . demi kebaikan beliau.

Adakah daku akan termimpi-mimpi beliau dalam alam mimpi daku? Adakah daku akan terngiang-ngiang pengajaran, kata-kata hikmat, pengingatan, pesanan yang seringkali daku dengari sepanjang hidup dan di perturunkan kepada anak buah dan anak-anak daku nanti?

Segala kehendak dan permintaan ayahanda daku telah cuba dan Alhamdulillah dapat tunaikan walaupun tidak 100%, tetapi daku telah mencuba. Sesungguhnya pemergian ayahanda mampu diterima kami sekeluarga. Dan ayahanda akan tetap di kenang sebagai suatu legasi. . .

Terima Kasih kerana Membaca. . .

Kita kan masih kawan. .

Salam perkenalan.

Kenapa,

dalam berkawan, kita bebas ke mana tanpa di kongkong, dengan siapa, tiada yang bertanya, tiada siapa untuk diberi laporan harian kecuali ibu dan ayah, dan apabila naluri dan nafsu telah bangkit, semuanya berubah.

Hubungan ukhwah fisabilillah semakin renggang, tiada lagi makan bersama jika tidak di rancang 3 minggu lebih awal, tiada lagi berkumpul solat bersama-sama, tiada lagi masa bersama dan bertanya khabar berbual kosong. Kalau dulu berjumpa sahaja sempat bertegur sapa dan ada sahaja topik yang di bincangkan, tetapi kini?

Bukankah sebelum mengikat ikrar janji cinta sehidup semasa di katakan, terima aku seadanya, terima aku dan keluarga aku, maka perlu juga terima rakan-rakan daku, sebaik dan sejahat mana mereka, terima cara hidup aku jua. Ini demi sebuah kasih, kasih bersama rakan-rakan di korbankan.

Pura-pura bahagia di lakukan, pura-pura gembira sering dilakonkan, dalam hati, siapa yang tahu? Nasib baik kamu seorang yang baik, sampai orang mencintai kamu sepenuh hati pun kamu tolak cintanya, kerana kamu mahukan cinta yang kamu berikan, bukan cinta yang orang berikan.

Ikut hati kamu, kamu rasa bahagia, teruskanlah, kerana daku tahu, untuk dakulah,  daku perlu tegas, kerana daku lelaki, keputusan daku yang tentukan, walaupun berbagai-bagai pendapat diberi, daku yang masih menentukan. Sekuat mana pun, sepintar manapun, apa pun yang dilakukan pihak lain, daku tetap dengan keputusan daku, kerana daku mempertahankan ego daku, ego seorang lelaki, lebih tinggi dari ego wanita. .

Terima Kasih Kerana Membaca. . .

Awek Koi

Salam Syawal.

pada tarikh 1 Disember 2004, sekitar jam 12 tengah malam di Kafe Cyber atas Jumma, Setiawangsa, tarikh kelahiran daku (heheheh. .  ) disambut dengan hadiah paling bermakna sepanjang hidup daku, pengesahan kejayaan permohonan daku untuk melanjutkan pengajian tahap Sijil di Politeknik dalam kursus Teknologi makanan bagi sesi pengambilan Januari 2005. .

POLISAS bakal menumpangkan daku di atas tanahnya selama 2 tahun dan kemudian setahun. Negeri Pahang bakal menjadi negeri angkat daku dan pastinya bahasa daerahnya akan berasimilasi dengan lidah Kuala Lumpur daku.

Bahasa pertama yang terlintas menaik basikal roda tiga secara berulang-alik adalah

Awak @ awok @ aok @Oak

dan

Koi @ saya

Kini setelah lidah daku semakin lupa dengan bahasa daerah-daerah Pahang, ingatan itu kembali terbina setelah terjumpa lagu ini dan liriknya yang pekat dengan dialek Temerloh@ Mentakab. Lirik ini telah mengimbas kembali kenangan daku mengenai  Kuantan,  Temerloh. Bentong, Bera, Cameron Highlands. Jerantut. Kuala Lipis, Maran
Pekan,  Raub, Rompin.

Lagu ini bertajuk awek koi, atau teman Istimewa Saya.



 

Jikalau terlebih rajin, cari lagi lagu tradisional di youtube di bawah tag anok semantan dan pahang. .

Terima Kasih Kerana Membaca.  .

‘Kan Bagus Kalau Berfikiran Begitu

Sekali lagi,

ingin berkongsi sesuatu yang daku rasakan menarik, jikalau ada yang terasa, maaf terlebih dahulu di pinta, sesiapa yang mampu membuang ego diri jauh dan dapat melihat maksud tersirat, tahniah di ucapkan.

Di sebuah lokasi terpencil aman damai serta senyap sunyi, kelihatan segerombolan kaum hawa sedang berbual perkara ilmiah, yang perlu di kongsi bersama. Antara petikan perbualan tersebut lebih dan kurang;

Akak A;

. . . suami akak kan, sebelum kahwin, time hangat bercinta dulu, tak kasi pakai seluar ketat sangat, mekap pun face powder je, tudung mesti lepas paras dada, mana dapat pakai pesyen -pesyen macam ni ha. lipstick pun takleh warne yang merah striking. . .

Akak B;

. . eh, yeke akak, tapi tengok die rilek je pakai seluar pendek hari-hari, tak sangka lak beriman gitu.  .

Akak A;

. . .  erm, seluar bermuda OK, lepas lutut, tutup aurat lagi tu. Ikutkan memang la rasa tak selesa kan, kenal memang dah lama, baru konpem nak kawen,  tengah jiwa muda, nak melawa, tapi sayang punya pasal, ikut je. .

Akak B;

. . Yela, sebab dia yang nak tengok hari-hari, dosa pun dia bakal tanggung, so tak salah rasenye kalau dia dah start jalankan tanggungjawab dia, biarkan dia belum sah jadi suami akak.  .

Akak C;

.  . Ha’a. lagi pun sebab belum kahwin lagi, kalau betul rasa tak selesa, tak nak mengikut kepimpinan dia, boleh undur diri dulu, kalau dah kahwin baru tahu, panjang cerita pulak nak bercerai, masjid pun roboh la. .

Akak B ;

Benda dah betul, cara dah betul, niat pun agak betul, kita usaha jela, kalo betul, Tuhan berkati kita dan diterangkan hati kita untuk berbuat baik, Insya allah. .

Mamat Z ;

. .  kan bagus kalau ramai orang lagi berfikiran macam akak ni ha, baru la senang saya nak temu jodoh. .

Terima Kasih Kerana Membaca. .


Selepas hari Itu. .

Kini,

telah beberapa hari selepas pemergian ayahanda tercinta daku. Memang kelihatan dan perasaan rumah ini terlalu berbeza, bukan daku sahaja rasakan, bahkan ibunda daku, malah paling adalah ketara adik daku.

Daku dahulu semasa belajar di POLISAS, di dalam bilik asrama, sewaktu termenung memikirkan bilakah akan tamat segala pembelajaran daku, selalu membayangkan bagaimana jika suatu hari, daku menerima panggilan telefon atau teks pesanan ringkas mengatakan daku perlu pulang segera ke rumah, kerana ada dari kaum keluarga daku yang telah meninggal dunia. .

Alhamdulillah, sehingga daku tamat pembelajaran, sehingga daku mendapat kerja, daku tiada menerima berita sebegitu. Namun, terdetik jua di hati ini kematian itu pasti, dan pastinya daku akan melihat pada suatu hari nanti.

Berbondong-bondong saudara-mara, jiran tetangga, rakan taulan dan sahabat handai meluru ke rumah melihat sekujur tubuh tertutup dengan kain batik. Kedengaran pula sayup-sayup bacaan Yassin tidak harmoni, ruang tamu rumah daku kosong dan ramai yang duduk bersila, ada yang menangis hiba, tetapi lebih ramai yang berdiam diri dan bertanya khabar sesama tetamu.

Perca kain putih di ikat di sebatang buluh runcing panjang di luar, berkibar lesu mengikut arah angin. Kelihatan ibunda terkaget untuk membaca surah Yassin, sekejap duduk dan sekejap bangun, bertakung air di sebalik mata nan merah. aku dan abang-abang daku berdiri di sebalik lautan manusia yang datang melayan karenah dan pertanyaan yang sama sahaja.

Yang paling kasihan sekali adik tersayang daku, melilau mata melihat kehadiran manusia yang tidak putus-putus mendatang, terkeliru dan tidak keruan untuk menelan apa telah terjadi dan apa yang bakal terjadi selepas ini. .

Daku tidak mampu untuk membayangkan semua itu, daku tidak berdaya memikirkan adakah daku mampu untuk mengharungi pabila tibanya hari itu, memikirkan adakah telah bersedia mental dan fizikal, rohani dan jasmani di hari yang daku tidak pasti bilakah kehadirannya.

Dan tanggal pada 20hb September 2010, daku telah menempuhi semua itu, walaupun tidak bersedia dari segala aspek, tetapi dengan keredhaan dan tahap kesebaran yang tinggi, mahu tidak mahu telah daku tempuhi hari itu.

Persoalannya kini, adakah mampu bagi menghadapinya sekali lagi? Walaupun malaikatul’maut telah memberitahu daku mengenai tanggungjawabnya terhadap keluarga daku, mungkin juga terhadap daku, adakah daku mampu dan berdaya bagi mengumpul ketabahan dalam menjalaninya, sekali lagi. . .

Terima Kasih Kerana Membaca. .

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.